Pakaian Adat Gorontalo Lengkap, Gambar dan Penjelasannya
Thursday, November 2, 2017
Add Comment
Pakaian Adat Gorontalo Lengkap, Gambar dan Penjelasannya -
Pakaian adat berbeda dengan pakaian sehari-hari. Pakaian adat daerah
adalah pakaian yang lazim dikenakan suku bangsa atau penduduk suatu
daerah dan merupakan ciri khas suku bangsa atau penduduk daerah
tersebut. Pakaian adat biasanya dikenakan pada waktu penyelenggaraan
upacara-upacara atau pesta adat, misalnya upacara pernikahan dan
penyambutan tamu.
Pakaian Adat Gorontalo
Pakaian adat adalah pakaian yang dikenakan pada upacara-upacara resmi,
seperti saat menghadiri pesta atau pakaian yang dikenakan oleh mempelai
dalam suatu upacara perkawinan. Dalam melaksanakan rangkaian upacara
adat perkawinan, baik pengantin pria maupun pengantin wanita masyarakat
Gorontalo memakai beberapa jenis pakaian yang disesuaikan dengan tahapan
upacara.
Tahapan pertama adalah upacara mengantar harta (modutu),
yaitu penyerahan sejumlah harta berupa uang atau barang kepada pihak
mempelai wanita. Pada upacara ini, biasanya mempelai pria hanya tinggal
di rumah dengan memakai pakaian bebas, sedangkan mempelai wanita memakai
pakaian pengantin yang disebut walimomo. Pakaian walimomo
terdiri atas baju blus berlengan pendek, seperti bolero dan kain
sarung. Pada bagian depan baju diberi selembar kain yang dirempel,
sedangkan bagian lainnya diberi hiasan warna kuning keemasan. Baju
walimomo dibuat dari jenis kain beludru, brokat, atau jenis bahan
lainnya yang sesuai. Pada umumnya warna baju yang dikenakan adalah
warna-warna terang dan mencolok, seperti warna kuning, merah, hijau, dan
ungu.
Perhiasan dan aksesoris yang terdapat pada pakaian ini adalah tusuk konde (sunthi).
Sunthi ini dibuat dari logam yang disepuh keemasan. Sunthi yang
dikenakan sejumlah dua belas buah. Bentuk sunthi biasanya menyerupai
kepala burung sehingga disebut sunthi burungi. Bagi wanita Gorontalo pakaian ini melambangkan peralihan dari masa remaja ke masa ibu rumah tangga.
Sumber : Various sources from Search Google Image Indonesia. |
Tahap kedua dalam masa perkawinan adat Gorontalo adalah akad nikah (akaji). Pada tahap ini pengantin wanita mengenakan baju madipungu, baju gelenggo, atau boqo tunggohu.
Perbedaan ketiga jenis baju ini terletak pada panjang dan pendeknya
lengan baju. Bentuk pakaian madipungu adalah baju blus lengan panjang
seperti baju kurung dengan model pada bagian leher membentuk huruf "V".
Bahan yang digunakan biasanya kain satin, beludru, brokat atau bahan
kain lainnya. Pakaian bagian bawah berupa sarung atau rok panjang yang
dipakai di luar baju. Kelengkapan pakaian madipungu terdiri atas baju,
kain sarung, dan berbagai aksesoris.
Sementara itu, pada acara akad nikah pengantin pria mengenakan pakaian berupa baju boqo takowa atau takowa, celana panjang (talala),
dan aksesoris. Bentuk bajunya sama dengan kemeja lengan panjang, hanya
saja kerahnya berdiri tegak. Di bagian depan baju diberi kancing dan
tiga buah saku. Satu saku disebelah kiri atas dan saku lainnya di bagian
bawah kiri dan kanan. Bagian dada baju dan saku diberi hiasan corak
kain krawang dengan memakai benang emas. Celana panjangnya juga diberi
hiasan corak keemasan (tambio). Pada sisi kiri dan kanan celana ditempeli pita warna kuning keemasan yang disebut pihi.
Warna celana yang dikenakan biasanya sama dengan baju atas. Demikian
juga dengan pakaian yang dikenakan oleh pengantin wanita. Warna yang
dipilih salah satu dari warna merah, kuning, hijau, ungu, dan merah
hati. Warna itu menunjukkan bahwa pada masa dahulu pernah ada lima
kerajaan di Gorontalo. Jenis aksesoris yang dikenakan pada baju takowa
adalah payunga. Payunga adalah tutup kepala yang dihiasi kain warna-warni. Aksesoris lainnya adalah ikat pinggang (etango) yang terbuat dari emas sepuhan serta keris pusaka (patatimbo) yang diselipkan dibagian depan pinggang.
Rangkaian terakhir dari upacara perkawinan adat Gorontalo adalah bersanding di pelaminan (mopo pipide). Pengantin wanita mengenakan pakaian kebesaran yang dipakai oleh istri raja di zaman dahulu. Pakaian kebesaran ini disebut biliu.
Pakaian ini terdiri atas baju lengan panjang, kain panjang atau rok
panjang, aksesoris dan perhiasan. Pengantin pria mengenakan baju paluwawa, yaitu semacam baju takowa yang terdiri atas baju dan celana panjang. Aksesoris dan perhiasan yang dikenakan lebih lengkap.
sumber: https://www.senibudayaku.com/2017/11/pakaian-adat-gorontalo-lengkap.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar